INVESTASI DI PROPERTY
INVESTASI
DI PROPERTY
Oleh:
Mike Rini
Dikutip
dari Danareksa.com
Investasi di property
masih jadi pilihan utama kebanyakan orang, sebab orang beranggapan bahwa itu
adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan uang. Secara umum investasi
property dianggap lebih aman daripada jenis investasi lainnya. Sebabnya Anda
menguasai atau mengelola sendiri investasinya, jadi Anda bisa mengendalikan
hampir semuanya. Namun hal itu bukanlah satunya keuntungan berinvesatsi di
property, karena yang paling menarik sebenarnya dari invesatsi di property ini
memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk mulai berinvestasi.
Kebanyakan produk
investasi lain banyak dipengaruhi oleh faktor luar. Misalnya harga-harga di
bursa saham bisa naik turun dengan cepat bahkan signifikan karena isu atau
gossip seputar politik, kebijakan pemerintah, keamanan negara, kondisi ekonomi,
atau seperti obligasi yang harganya turun saat angka inflasi dan suku bunga
naik. Dibandingkan property yang walaupun juga terpengaruh faktor luar, namun
perubahannya tidak terlalu cepat, misalnya harga rumah tentunya tidak bisa
berubah begitu saja dalam sehari tetapi butuh tahunan.
Keuntungan
Investasi di Property
Dengan berinvestasi ke
property, Anda mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hasil return investasi
yang besar. Jika Anda lihat Donald Trump pengusuha property dari Amerika atau
Ir. Ciputra dari Indonesia, mereka kaya raya dari bisnis property. Bank juga
memiliki property, jika kita perhatikan gedung kantor pusat bertingkat tinggi
yang megah, belum lagi puluhan jumlah kantor cabangnya
Banyak cara untuk
berinvestasi ke property. Anda bisa memulainya dengan membeli rumah tinggal,
ruko, membangun rumah sewaan, bangunan komersial lainnya atau tanah kosong.
Dari semua pilihan ini, membeli dan menjual rumah sewaan lebih baik dipilih
bagi mereka yang baru akan mulai berinvestasi di property, kemudian
sedikit-sedikit menabung dari hasil sewa untuk diinvestasikan kembali..Jika
Anda perhatikan banyak orang tertarik untuk membuat rumah sewaan, sebab dengan
menjadi induk semang memungkinkan Anda memiliki harta yang bisa Anda kontrol
sendiri, kemudian menjualnya nanti. Kabar baiknya Anda tidak memerlukan uang
banyak untuk memulai investasi Anda di property.
Penting sekali memahami
mengapa property seringkali menjadi pilihan utama orang untuk mengembangkan
harta kekayaannya, alasannya bukannya karena property tidak berisiko. Seperti
investasi lainnya di property juga mempunyai kendala misalnya para penyewa yang
telat membayar sewa rumah, pindah tanpa memberitahu, bangunan yang rusak,
kesulitan apapun bisa terjadi. Intinya jika Anda bersedia repot dengan urusan
semacam ini, maka investasi di property memang untuk Anda.
Menggunakan Uang Orang lain “ Other People’s Money “
Salah satu hal yang
paling menarik dari investasi di property adalah bahwa sistemnya dibuat
sedemikian rupa sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain
untuk membiayai investasi Anda. Ini adalah salah satu konsep terpenting yang
membuata rproperty bisa menjadikan Anda bisa lebih kaya dibandingkan investasi
lainnya.
Pada jenis investasi
lain maka besarnya jumlah investasinya sangat ditentukan dari seberapa banyak
Anda bersedia dan mampu membayarnya dengan tunai. Jadi untuk membeli investasi
lain Anda barus membayarnya tunai dengan asumsi menggunakan uang Anda sendiri.
Kita ambil saja contohnya investasi di pasar modal. Untuk membeli saham maka
Anda harus membayar tunai seluruhnya dari kesuluruhan transaksinya, kecuali
Anda melakukan margin trading yang sebenarnya sangat berisiko. Begitu juga
investasi di obligasi, reksadana, deposito dan tabungan di bank, bahka emas dan
barang koleksi yang bernilai seni, semuanya mensyaratkan pembayaran tunai
seluruhnya.
Investasi di property
tidak demikian, Anda bisa saja membayar sebesar uang muka rumahnya sebesar 10% sampai
dengan 30% dari harga rumahnya dalam rangka untuk memiliki barangnya kemudian
sisanya bisa dibiayai dari pinjaman ke bank. Jangankan bank, bahkan
developernya sendiripun mau memberikan keringanan pembayaran cicilan untuk
pembayaran uang muka pembelian barangnya.
Kesempatan untuk
menggunakan uang orang lain terwujud dalam bentuk pembiayaan ini disebut dengan
istilah leverage, atau kemampuan dalam melipatgandakan sesuatu. Contohnya,
dihari pertama Anda berhasil mendapatkan kredit rumah dengan pembayaran uang
muka sebesar Rp 30 juta, maka dihari itu pula aset tunai Anda langsung
bertambah menjadi Rp 100 juta.
Dengan menggunakan
pembiayaan maka investasi rumah bisa berlipat ganda dengan dua cara. Pertama,
semakin banyak uang yang diinvestasikan maka semakin besar uang orang lain atau
pembiayaan yang bisa Anda dapatkan, misalnya dengan uang Rp 30 juta, maka Anda
hanya bisa membeli saham sampai sebesar Rp 30 juta. Namun dengan jumlah uang
yang sama jika diinvestasikan ke dalam property, maka Anda bisa membeli rumah
seharga Rp 100 juta. Dimana Anda membayar uang muka rumah sebasar Rp 30 juta,
kemudian bank membiayai sisanya sebesar Rp 70 juta, selanjutnya Anda menjadi
pemilik sebuah bangunan seharga Rp 100 juta. Bukankah jumlah tersebut lebih dari
3 kalinya atau 300% berlipat ganda ? Luar biasa.
Mengapa
Real Estate Menguntungkan
Menggunakan uang orang lain atau menggunakan pembiayaan merupakan
salah satu saja dari kemudahan yang bisa dimanfaatkan dakam berinvestasi ke
property. Namun selain itu masih banyak keuntungan investasi di property yang
membuatnya sangat menarik di bandingkan investasi lainya.
- Arus Kas, “Cash
Flow“,
Arus kas adalah uang yang Anda terima secara rutin atas uang yang Anda tanamkan dalam suatu investasi. misalnya bunga tabungan dan deposito adalah arus kas karena memberikan pendapatan untuk Anda. Dalam property, uang sewa bisa menjadi pemasukan atau arus kas untuk Anda. Semakin banyak bangunan yang bisa Anda sewakan maka semakin besar pula arus kas Anda. - Nilai kepemilikan Anda terhadap
rumah tersebut meningkat.
Nilai kepemilikan atau hak Anda terhadap investasi property yang dibiayai dari konsep menggunakan uang orang lain tadi akan meningkat, jauh melebihi hutang atau kewajiban Anda. Hak kepemilikan seseorang dalam suatu investasi ini dikenal dengan istilah equity. Contohnya jika pembelian investasi property Anda sebesar Rp 100 juta, yang dibiayai oleh bank Rp 70 juta, sisanya yang Rp 30 juta memakai uang Anda sendiri. Maka hak kepemilikan Anda terhadap investasi senilai Rp 100 juta tadi adalah sebesar Rp 30 juta atau 30%nya. Hak kepemilikan akan bertambah nilainya karena adanya pembayaran cicilan hutang yang mengurangi kewajiban. Selain itu hak kepemilikan Anda juga bertambah karena nilai propertinya naik. Nilai property Anda akan naik disebabkan inflasi yang membuat harga barang dan jasa mengalami kenaikan termasuk property. Akibat inflasi ini bukan cuma nilai propertinya yang naik tetapi juga Anda mempunyai kesempatan untuk menaikkan arus kas atau pendapatan rutin Anda dengan cara menaikkan uang sewa rumah sejalan dengan inflasi tadi. Kenaikan nilai property ini bahkan bisa menaikkan kekuatan meminjam Anda. Bank biasanya dengan senang hati memberikan pinjaman tambahan berdasarkan kenaikan harga agunannya atau propertinya. Anda bisa mengunakan uang ini untuk melunasi saldo hutang yang lama, dan sisa uang dari pinjaman tersebut bisa masuk kantong Anda. Kemudian untuk cicilan pinjaman baru sesuaikanlah dengan pemasukan uang sewa. - Kesempatan untuk membangun
bangunan yang lebih besar lagi, setelah Anda berhasil melunasi hutangnya, Anda
akan mempunyai lebih banyak uang untuk dialokasikan, misalnya untuk
membuat property yang sudah ada menjadi lebih besar lagi. Banyak investasi
property dimulai dari sebuah bangunan kecil, tetapi karena ada pendapatan
dari sewa yang bisa mencover cicilan hutang bulanan, maka membuat
propertinya menjadi bangunan lebih besar menjadi sangat mungkin.
Sulitkah Mendapatkan Pinjaman Untuk Investasi Property?
Bagian paling sulit dari
semua bisnis adalah mendapatkan uang untuk membiayai bisnis tersebut. Orang
bahkan masih sangat sulit untuk meminjam kredit usaha dari bank untuk memulai usaha.
Bank biasanya hanya mau memberikan pinjaman hanya kepada bisnis yang sudah
berjalan 2 tahun. Hal ini tidak berlaku saat Anda mau meminjam uang ke bank
untuk membeli rumah.
Tidak peduli apakah Anda
baru membeli rumah untuk pertama kalinya atau untuk yang kesekian kalinya,
kredit rumah bisa diberikan oleh bank untuk pembelian rumah yang ke berapapun.
Selain itu dari sisi bank kredit rumah juga dianggap sebagai jenis kredit yang
risikonya paling rendah.Sebab besarnya cicilan kredit rumah disesuaikan dengan
penghasilan Anda, dengan demkian bank berasumsi bahwa debiturnya sudah
mempunyai penghasilan yang stabil yang bisa digunakan untuk membayar cicilan
bulanan. Kemudian dilihat dari segi jaminanya yaitu bangunan itu sendiri, yang
kita ketahui terus mengalami kenaikan harga, maka tidak heran kalau jaminannya
umumnya bisa mengcover hutangnya.
Langkah – Langkah Memulai Investasi Di Property
Walaupun ada kesempatan
menggunakan pinjaman untuk membiayai investasi property Anda, bukan berarti
Anda menjadi lengah. Investasi di property tetap membutuhkan komitmen
penggunaan uang dan waktu. Jadi melakukan riset dan menetapkan rencana sebelum
berinvestasi di property sangatlah penting. Karena langkah paling awal dan
paling penting begitu Anda memutuskan untuk berinvestasi ke property adalah
mempelajari segala sesuatunya tentang property sebanyak yang Anda bisa.
- Terus belajar, ada banyak sumber
informasi yang bisa Anda dapat untuk belajar tentang investasi property
misalnya dari buku – buku, kursus, seminar, juga internet dan lain-lain.
Untuk mengenal bisnis property Anda juga bisa mengambil kerja paruh waktu
sebagai broker property. Keuntungannya, selain Anda bisa mempraktekkan apa
yang Anda pelajari dari berbagai sumber informasi tadi, Anda juga bisa
mendapatkan komisi penjualan dari property yang Anda jual. Belum lagi
kesempatan untuk membangun jaringan atau network yang tentunya akan sangat
bermanfaat untuk membantu bisnis property Anda nanti. Melakukan riset
terlebih dahulu akan membuat Anda “awas” terhadap risiko atau
problem-problem yang mungkin timbul berkenaan dengan kepemilikan property
misalnya bisa terjadi masalah dengan para penyewa, biaya-biaya perawatan
bangunan.
- Bekerja samalah dengan agen
penjual rumah atau broker property, setelah Anda membekali diri Anda dengan informasi
yang memadai tentang bisnis property maka selanjutnya carilah seorang agen
penjual rumah atau broker property yang bersedia membantu Anda memahami
lebih jauh tentang bisnis property. Carilah agen penjual yang sudah
berpengalaman minimal 2 tahun, biasanya mereka sudah jauh lebih menguasai
bisnis property. Sebaiknya Anda mencari agen penjual rumah yang bekerja
fulltime daripada partime, sebab dikhatirkan mereka tidak bisa memenuhi
- Riset mengenai suku bunga,
kenaikan harga property, harga sewa,jika Anda mau menggunakan pembiayaan dari bank maka
bandingkanlah suku bunga kredit bank yang satu dengan yang lain dan carilah
yang paling kompetitif. Kemudian juga mengenai asumsi kenaikan harga
propertinya sehingga Anda bisa menentukan kira-kira berapa harga jualnya
suatu saat nanti. Jangan lupa jika Anda ingin mendapatkan pemdapatan dari
sewa ruamh, maka sebelum menentukan harga sewa carilah informasi mengenai
harga sewa rumah yang pantas untuk daerah tersebut yang disesuaikan dengan
kondisi bangunannya.
Your
Action Plan
Setelah Anda
berketetapan hati untuk berinvestasi di property, maka selanjutnya Anda tinggal
menetapkan tujuan dari investasi property Anda secara spesifik dan terukur.
Misalnya Anda ingin mendapatkan uang Rp 100 juta yang Anda tanamkan dalam
investasi property e atau pembelian property bisa menjadi Rp 1 M dalam 10
tahun. Setelah Anda menetapkan tujuan barulah Anda bisa menentukan jenis
property apa yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut, apakah perumahan,
bangunan komersial.. Hitunglah berapa banyak jumlah uang yang dibutuhkan untuk
nvestasi tersebut, kondisi pasar propertinya, kemudian jumlah uang sewa yang
bisa Anda harapkan, juga berapa banyak bangunan yang bisa Anda beli.
Dengan melakukan riset
seperti dianjurkan diatas, maka Anda bisa memperkirakan berapa banyak uang yang
mesti Anda sediakan dan berapa hasil investasi yang bisa diharapkan untuk terus
berkembang. Anda bahkan bisa perkirakan berapa lama property tersebut harus
Anda tahan sebelum menjualnya.
Dengan membuat tujuan
keuangannya akan memberikan Anda semacam pedoman untuk memulai bisnis baru
Anda, mengambil tindakan-tindakan yang perlu, melakukan antisipasi risiko,
kemudian melakukan investasinya.
Selamat berinvestasi !
Salam
Mike Rini
Perencana Keuangan
0 Response to "INVESTASI DI PROPERTY"
Post a Comment